Sabtu, 15 Agustus 2015

Daftar Alat-Alat Laboratorium dan Simbol-Simbol Berbahaya dalam Laboratorium



A.  ALAT-ALAT DI LABORATORIUM
1.      Tabung reaksi (test tube)
https://smpplklatenscienceclub.files.wordpress.com/2011/12/tabung-reaksi2.jpg?w=640
Tersedia berbagai ukuran tabung reaksi yang besarnya ditentukan berdasarkan ukuran diameter. Berbagai macam  ukuran tabung reaksi adalah (10 x 75; 12 x 100; 16 x 150; 24 x 150) mm
Tabung reaksi berfungsi :
  1. Untuk tempat mereaksikan dua larutan / bahan kimia atau lebih
  2. Sebagai tempat pengembang- biakanan mikroba, misalnya pada pengujian penentuan jumlah bakteri.
Tabung reaksi dalam penggunaannya biasanya dibantu dengan penjepit kayu untuk memudahkan pemanasan bahan yang direaksikan dan untuk menghindari bahaya yang ditimbulkan dari reaksi.

  2.  Gelas kimia /gelas beker (beaker)
https://smpplklatenscienceclub.files.wordpress.com/2011/12/beaker-glass1.jpg?w=640
Tersedia berbagai ukuran gelas beker diantaranya: 50 ml, 100 ml, 250 ml, 500 ml, 1000 ml, dan 2000 ml. Fungsi dari gelas beker diantaranya adalah :
  1. Sebagai tempat mereaksikan bahan kimia
  2. Membuat larutan, untuk menempatkan larutan
  3. Menampung bahan kimia berupa larutan, padatan, pasta ataupun tepung
  4. Melarutkan bahan dan memanaskan bahan.
3. Erlenmeyer
Tersedia berbagai ukuran erlenmeyer diantaranya adalah : (25, 50, 100, 200, 250, 300, 500, 1000, 2000, 3000, 5000) ml.
https://smpplklatenscienceclub.files.wordpress.com/2011/12/erlenmeyer-deret.jpg?w=640
Fungsi tabung erlenmyer diantaranya adalah:
  1. Sebagai tempat mereaksikan bahan kimia
  2. Untuk menempatkan larutan yang akan dititrasi
  3. Sebagai wadah media untuk pertumbuhan mikroba
4. Gelas ukur (measuring cylinder)
https://smpplklatenscienceclub.files.wordpress.com/2011/12/gelas-ukur2.gif?w=640         https://smpplklatenscienceclub.files.wordpress.com/2011/12/gelas-ukur-13.jpg?w=172&h=300
Gelas ukur mempunyai bentuk seperti pipa yang mempunyai kaki/ dudukan sehingga dapat ditegakkan. Pada bibir atas terdapat bibir tuang untuk memudahkan dalam menuang larutan atau cairan. Gelas ukur terbuat dari gelas, tetapi tersedia juga yang terbuat dari plastik tahan bahan kimia. Pada badannya terdapat skala dan di bagian atas terdapat tulisan yang menyatakan kapasitas gelas ukur tersebut. Alat ini digunakan untuk mengukur suatu larutan dengan volume tertentu yang tidak memerlukan ketelitian tingkat tinggi.
Kapasitas yang tersedia:
No.
Kapasitas (mL)
Sub Skala (mL)
Toleransi ± mL
1
5
0,1
0,1
2
10
0,2
0,2
3
25
0,5
0,5
4
50
1,0
1,0
5
100
1,0
1,0
6
250
2,0
2,0
7
500
5,0
5,0
8
1000
10,0
10,0
9
2000
20,0
20,0
5. Labu ukur (volumetric flask)
Tersedia dalam berbagai ukuran : 25ml, 50 ml, 100 ml, 250 ml, 500 ml, 1000 ml, 2000 ml.
https://smpplklatenscienceclub.files.wordpress.com/2011/12/labu-ukur.jpg?w=640
Kegunaan : untuk mengencerkan larutan dengan volume tertentu, dimana alat ini mempunyai ketelitian lebih tinggi dari pada gelas ukur  dan gelas beker
6. Corong pemisah (separator funnel)
https://smpplklatenscienceclub.files.wordpress.com/2011/12/separator-funnel.jpg?w=154&h=300        https://smpplklatenscienceclub.files.wordpress.com/2011/12/separator_funnel1.jpg?w=289&h=300
Tersedia berbagai ukuran corong pemisah diantaranya adalah : 250 ml, 500 ml dan 1000 ml. Corong pemisah berfungsi untuk memisahkan cairan atau pasta dari dua campuran atau lebih yang berbeda berat jenisnya. Dalam penggunaannya corong pemisah biasanya ditempatkan pada ring besi yang dipasang pada statif.

7. Labu distilasi (distillation flask).
https://smpplklatenscienceclub.files.wordpress.com/2011/12/destilation-flask1.jpg?w=640https://smpplklatenscienceclub.files.wordpress.com/2011/12/destilation-flask.jpg?w=640
Distilasi adalah metode pemisahan campuran berdasarkan perbedaan volatilitas komponen dalam campuran cairan mendidih. Distilasi adalah unit operasi, atau proses pemisahan fisik, dan bukan reaksi kimia.
Komersial, distilasi memiliki sejumlah aplikasi. Hal ini digunakan untuk memisahkan minyak mentah menjadi fraksi yang lebih untuk menggunakan spesifik seperti pembangkit transportasi, listrik dan pemanas. Air suling untuk menghilangkan kotoran, seperti garam dari air laut. Air suling untuk memisahkan komponen-terutama oksigen, nitrogen, dan argon-untuk keperluan industri. Penyulingan solusi fermentasi telah digunakan sejak zaman kuno untuk menghasilkan minuman suling dengan kadar alkohol yang lebih tinggi. Tempat di mana distilasi dilakukan, terutama distilasi alkohol, dikenal sebagai penyulingan.
Bahan borosilikat. Berlengan, kapasitas 125, dilengkapi karet penutup berlubang kira-kira 6 mm.
Kegunaan : Untuk wadah zat yang akan mengalami proses distilasi.
Borosilikat
  • 70 % s/d 80 % (SiO2)
  • 7 % s/d 13 % (B2O3)
  • 4 % s/d 8 % Na2O atau K2O)
  • 2 % s/d 7 % (Al2O3)
  • 0 % s/d 5 % (CaO atau MgO)
8. Pipet tetes (dropper disposable pipet)
https://smpplklatenscienceclub.files.wordpress.com/2011/12/pipet-tetes.jpg?w=640
Tersedia hanya satu jenis pipet tetes. Pipet tetes berfungsi untuk membantu memindahkan cairan dari wadah yang satu ke wadah yang lain dalam jumlah yang sangat kecil dari tetes demi tetes. Hal ini penting terutama dalam membantu menepatkan pengukuran larutan dan pada waktu pengenceran.
9. Pipet Volume (Pipette Volumetric)
https://smpplklatenscienceclub.files.wordpress.com/2011/12/pipet-volumetrik.jpg?w=640  https://smpplklatenscienceclub.files.wordpress.com/2011/12/pipet-volum.jpg?w=300&h=225
Tersedia dalam berbagai ukuran : 1 ml, 2 ml, 5 ml, 10 ml, 25 ml, 50 ml
Kegunaan : untuk mengambil larutan dengan volume tertentu dan mempunyai ketelitian lebih tinggi dari pada gelas ukur.
Sering juga disebut dengan pipet gondok, karena adanya temboloknya.

10. Pipet Ukur (Measuring Pipette)

https://smpplklatenscienceclub.files.wordpress.com/2011/12/pipetukur.jpg?w=300&h=229
Tersedia dalam berbagai ukuran missal : 5 ml, 10ml, 25 ml
Kegunaan : untuk mengambil larutan dengan volume tertentu dan mempunyai ketelitian lebih tinggi dari pada gelas ukur.

11. Kaca arloji (watch glass)
https://smpplklatenscienceclub.files.wordpress.com/2011/12/kaca-arloji.jpg?w=640
Tersedia beberapa ukuran kaca arloji yang ditunjukkan oleh garis tengahnya, misalmua 76 mm, 100 mm, 150 mm.
Fungsi kaca arloji adalah :
  1. sebagai tempat menimbang bahan berupa padatan atau pasta,
  2. menutup wadah saat proses penguapan atau pemanasan.
  3. Tempat untuk mengeringkan padatan dalam desikator

12. Kawat ose / kawat nicrom
https://smpplklatenscienceclub.files.wordpress.com/2011/12/kawat-ose.jpg?w=640
Diameter 0.5 mm, panjang: 150 mm, Tangkai pemegang: gelas.
Kegunaan : Untuk megnidentifikasi zat dengan cara uji nyala
Untuk mengambil bakteri dan menanam bakteri di media tanam.
https://smpplklatenscienceclub.files.wordpress.com/2011/12/kawat-ose-natrium.jpg?w=640
contoh warna nyala unsur natrium
13. Cawan petri (petri dish)
https://smpplklatenscienceclub.files.wordpress.com/2011/12/petri-dish-green-project-lg.jpg?w=234&h=300
Cawan petri : berbentuk seperti gelas kimia yang berdinding sangat rendah. Terbuat dari kaca borosilikat tahan panas. Cawan petri selalu berpasangan, yang lebih besar sebagai tutup, yang lebih kecil sebagai wadah.
Fungsinya :
  1. sebagai wadah menimbang
  2. menyimpan bahan kimia
  3. membantu menumbuhkan mikroha pada analisa mikrobiologi
14. Termometer air raksa dan termometer alkohol,
https://smpplklatenscienceclub.files.wordpress.com/2011/12/thermometer-raksa.jpg?w=640  https://smpplklatenscienceclub.files.wordpress.com/2011/12/termoalcoolbig.jpg?w=300&h=198
Berguna untuk mengukur suhu larutan.
15. Buret
https://smpplklatenscienceclub.files.wordpress.com/2011/12/burette1.jpg?w=180&h=180  https://smpplklatenscienceclub.files.wordpress.com/2011/12/burete-acrilyc1.jpg?w=207&h=155   https://smpplklatenscienceclub.files.wordpress.com/2011/12/burete1.jpg?w=640
Tersedia dalam berbagai ukuran missal : 10ml, 25 ml, 50 ml
Kegunaan : Menempatkan larutan tertentu yang akan digunakan untuk titrasi. Pada prinsipnya buret juga merupakan alat ukur.
16. Bunsen spiritus/Lampu spiritus/pemanas spiritus,
https://smpplklatenscienceclub.files.wordpress.com/2011/12/bunsen-spiritus.jpg?w=640
Berguna untuk membakar/reaksi dengan pemanasan.
17. Corong (funnel)
https://smpplklatenscienceclub.files.wordpress.com/2011/12/corong.jpg?w=640  https://smpplklatenscienceclub.files.wordpress.com/2011/12/corong-1.jpg?w=640   https://smpplklatenscienceclub.files.wordpress.com/2011/12/corong-2.jpg?w=640
Tersedia berbagai ukuran corong gelas diantaranya adalah kecil, sedang dan besar. Corong gelas  berfungsi untuk membantu memindahkan larutan dari wadah yang satu ke wadah yang lain terutama yang bermulut kecil. Corong gelas kecil digunakan untuk memindahkan larutan kurang dari 100 ml, sedangkan corong sedang untuk 100-500 ml dan yang besar untuk larutan larutan yang lebih dari 500ml. Disamping untuk membantu memindahkan larutan dari wadah yang satu ke wadah yang lain corong gelas digunakan pula untuk membantu proses penyaringan khususnya untuk menaruh kertas saring.

19. Desikator (desiccator)
https://smpplklatenscienceclub.files.wordpress.com/2011/12/desikator.jpg?w=640    https://smpplklatenscienceclub.files.wordpress.com/2011/12/descikator.jpg?w=640
Desikator berupa panci bersusun dua yang bagian bawahnya diisi bahan pengering, dengan penutup yang sulit dilepas dalam keadaan dingin karena dilapisi vaseline. Ada 2 macam desikator : desikator biasa dan vakum. Desikator vakum pada bagian tutupnya ada katup yang bisa dibuka tutup, yang dihubungkan dengan selang ke pompa. Bahan pengering yang biasa digunakan adalah silika gel.
Fungsi :
a.  Tempat menyimpan sampel yang harus bebas air
b.  Mengeringkan padatan
20. Piknometer,
https://smpplklatenscienceclub.files.wordpress.com/2011/12/piknometer.jpg?w=640     https://smpplklatenscienceclub.files.wordpress.com/2011/12/piknometer-1.jpg?w=640
Terdapat beberapa macam ukuran dari piknometer, antara lain : 10 ml, 25 ml, 50 ml dan 100 ml, dimana nilai volume ini valid pada temperature yang tertera pada piknometer tersebut.
Piknometer berguna untuk mengukur nilai massa jenis atau densitas fluida.
21. Erlenmeyer berlengan / Erlenmeyer Buchner
https://smpplklatenscienceclub.files.wordpress.com/2011/12/erlenmeyer-buchner-11.jpg?w=640  https://smpplklatenscienceclub.files.wordpress.com/2011/12/erlenmeyer-buchner.jpg?w=640
Alat ini berupa gelas yang diameternya semakin ke atas semakin mengecil, ada lubang kecil yang dapat dihubungkan dengan selang ke pompa vakum. Terbuat dari kaca tebal yang dapat menahan tekanan sampai 5 atm. Ukurannya mulai dari 100 mL hingga 2 L. Dipakai untuk menampung cairan hasil filtrasi.
Cara menggunakannya :
Diawali dengan memasang corong Buchner di leher labu, pasang selang yang tersambung ke pompa vakum pada bagian yang menonjol.
21. Karet Penghisap (Filler).
clip_image020
Kegunaan : Untuk menghisap larutan yang akan dari botol larutan. Untuk larutan selain air sebaiknya digunakan karet pengisat yang telah disambungkan pada pipet ukur.

22. Spatula Plastik dan Logam
clip_image031clip_image033
Kegunaan : Untuk mengambil bahan-bahan kimia dalam bentuk padatan, misalnya dalam bentuk kristal. Untuk zat-zat yang bereaksi dengan logam digunakan spatula plastik sedangkan zat-zat yang tidak bereaksi dengan dengan logam dapat digunakan spatula logam.
23. Kertas Saring
clip_image047
Kegunaan : Untuk menyaring larutan.
24. Kaki Tiga
clip_image048
Kegunaan : Penyangga pembakar spritus.
25. Kawat Kassa
clip_image049
Kegunaan : Sebagai alas atau untuk menahan labu atau beaker pada waktu pemanasan menggunakan pemanas spiritus atau pemanas bunsen.
26. Rak Tabung Reaksi
clip_image051
Kegunaan : Tempat tabung reaksi. Biasanya digunakan pada saat melakukan percobaan yang membutuhkan banyak tabung reaksi. Numun dalam mereaksikan zat yang menggunakan tabung reaksi sebaiknya menggunakan rak tabung reaksi demi keamanan diri sendiri maupun orang lain.
27. Stirer dan batang stirer
clip_image055clip_image056
Kegunaan : Pengaduk magnetik. Untuk mengaduk larutan. Batang-batang magnet diletakan di dalam larutan kemudian disambungkan arus listrik maka secara otomatis batang magnetik dari stirer akan berputar.
28. Mortal dan Pastle
clip_image058
Kegunaan : Menghaluskan zat yang masing bersifat padat/kristal.
29. Krusibel
clip_image060
clip_image062
Kegunaan : Terbuat dari persolen dan bersifat inert, digunakan untuk memanaskan logam-logam.
30. Evaporating Dish
clip_image063
Kegunaan : Digunakan sebagai wadah. Misalnya penguapan larutan dari suatu bahan yang tidak mudah menguap.
31. Klem dan Statif
clip_image064
Kegunaan : Sebagai penjepit, misalnya:
· Untuk menjepit soklet pada proses ekstraksi
· Menjepit buret dalam proses titrasi
· Untuk menjepit kondensor pada proses destilasi
32. Ring
clip_image065
Kegunaan : Untuk menjepit corong pemisah dalam proses pemisahan dan untuk meletakan corong pada proses penyeringan.
33. Clay triangle
clip_image066clip_image067
Kegunaan : Untuk menahan wadah, misalnya krus pada saat pemanasan ataau corong pada waktu penyaringan.
34. Kacamata Pengaman
clip_image068
Kegunaan : Untuk melindungi mata dari bahan yang menyebabkan iritasi. Dan melindungi dari percikan api, uap logam, serbuk debu, kabut dan zat-zat kimia yang meletup ketika dilakukan pemanasan, misalnya H2SO4.
35. Pemanas atau Pembakar Bunsen
clip_image071
Kegunaan : Untuk memanaskan larutan dan dapat pula digunakan untuk sterilisasi dalam proses suatu proses.
36. Hot Plate
clip_image072
Kegunaan : Untuk memanaskan larutan. Biasanya untuk larutan yang mudah terbakar.
37. Oven
clip_image073
Kegunaan :Untuk mengeringkan alat-alat sebelum digunakan dan digunakan untuk mengeringkan bahan yang dalam keadaan basah.
38. Tanur
clip_image074
Kegunaan : Digunakan sebagai pemanas pada suhu tinggi, sekitar 1000 °C.
39. Inkubator
clip_image075
Kegunaan : Digunakan untuk fermentasi dan menumbuhkan media pada pengujian secara mikrobiologi.
40. Mikroskop.
Mikroskop adalah alat yang bisa kita pakai untuk melihat, atau mengenali benda-benda renik yang terlihat sangat kecil menjadi lebih besar dari aslinya, sehingga kita bisa meng-identifikasi benda tersebut dengan lebih tepat.
Banyak sekali jenis mikroskop yang ada sekarang ini, mulai dari yang paling sederhana sampai pada mikroskop elektron  yaiut sebuah mikroskop yang mampu untuk melakukan pembesaran objek sampai 2 juta kali, yang menggunakan elektro statis dan elektro magnetis untuk mengontrol pencahayaan dan tampilan gambar serta memiliki kemampuan pembesaran objek serta resolusi yang jauh lebih bagus daripada mikroskop cahaya.
berikut adalah bagian-bagian mikroskop seperti yang biasa kita pakai di laboratorium :
https://sulistyaindriani.files.wordpress.com/2010/07/mikroskop3.jpg?w=300&h=291   https://smpplklatenscienceclub.files.wordpress.com/2011/12/mikroskop-3.jpg?w=640
Akhirnya,… banyak yang bisa kita pelajari di laboratorium dengan begitu banyak peralatan yang ada. Masih banyak rahasia yang bisa kita dapatkan apabila kita rajin belajar. Rajin meneliti, memupuk rasa ingin tahu kita akan dunia semesta yang maha luas ini.
Ayo…kita ke laboratorium..
B.  SIMBOL SIMBOL BERBAHAYA DI LABORATORIUM

Simbol
Keterangan

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnv86eDEKzrnC7LVrlQVv52TKvZTe_r5Dprn6IJ2eFRV9YPxt4LupFpKIwrSAkI1CGC-9jWtL4xKREqBJYweHFrlEMM7MgdqVrwuQEzlbyTdoOfl9uW8PLOOmpqHWfUCAthC04maOuX9yN/s1600/xi.png

Nama : Irritant
Lambang : Xi
Arti : Bahan yang dapat menyebabkan iritasi, gatal-gatal dan dapat menyebabkan luka bakar pada kulit.
Tindakan : Hindari kontak langsung dengan kulit.
Contoh : NaOH, C6H5OH, Cl2

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0S037y_wW05d_0eQV_l6LxJkJiMtVXv_s6WP76cIDKWHmM5GViR4PkXS4ZgLPoTULZR3VTBjpc4WaN3lnEfb3ciVUuPDi5foPXYVX8M-TS2Dd8imU_4TsqNdb_PNn6uU6HjXOwAYBI6Y2/s200/harmful.png

Nama : Harmful
Lambang : Xn
Arti : Bahan yang dapat merusak kesehatan tubuh bila kontak langsung dengan tubuh atau melalui inhalasi.
Tindakan : Jangan  dihirup, jangan ditelan dan hindari kontak langsung dengan kulit.
Contoh : Etilen glikol, Diklorometan.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhylu8ZmMPcOlcZivu1oqG9gkfVta98fsz7wL6-sRLuxD1FAhhkASrLzA6GjDxT9wgemHhDoZUildeqBlHIu4hckxjaXykQjCqBB9jDtVNV5tZwJJ6W4xtGXWD7sRs87cVUTxveNfzQFSUt/s200/toxic.png
Nama : Toxic
Lambang : T
Arti : Bahan yang bersifat beracun, dapat menyebabkan sakit serius bahkan kematian bila tertelan atau terhirup.
Tindakan : Jangan ditelan dan jangan dihirup, hindari kontak langsung dengan kulit.
Contoh : Metanol, Benzena.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiTFgnhECE0mzlCcPhm-xYnXBtrcouxq6W5hkFvNkkFGguXis5ps6FeORoWTHRk-swnyn8j9Qp2XjbFSDS6AdyrULtgj8K9FDLKdW1WhSynSznMe2EYSGJssYyq0dLCMgHbuyMKAolCUoy_/s1600/t%252B.png

Nama : Very Toxic
Lambang : T+
Arti : Bahan yang bersifat sangat beracun dan lebih sangat berbahaya bagi kesehatan yang juga dapat menyebabkan sakit kronis bahkan kematian.
Tindakan : Hindari kontak langsung dengan tubuh dan sistem pernapasan.
Contoh : Kalium sianida, Hydrogen sulfida, Nitrobenzene dan Atripin.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYKHsEvhDprLrqW2qc29prSqzAuQP7UrqNad2n-R7Nqqlaarc8bYkkqFvSEhwtP1VLj-6gAgEKosbxUHMKDimeia0lEOsVWYwov6rI02ZqOv2uRjfyVzTVIRLQavaJj6djG18IXx65QhTP/s200/corrosive.png

Nama : Corrosive
Lambang : C
Arti : Bahan yang bersifat korosif, dapat merusak jaringan hidup, dapat menyebabkan iritasi pada kulit, gatal-gatal dan dapat membuat kulit mengelupas.
Tindakan : Hindari kontak langsung dengan kulit dan hindari dari benda-benda yang bersifat logam.
Contoh : HCl, H2SO4, NaOH (>2%)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLnHUi3sQ6ucjXIA6QVxUSTCg9w5EP4cMS2LsA_bHggyz-9EKKBJtU4BRLmf84-hGPVSpu55zqZ_dIr_48XxWlZG4n0EoMRGY6aDMQ7HTeljSq16gLXcp8wKIU3eq1GxAsynPLyV6GQMAc/s1600/flame.png



Nama : Flammable
Arti : Bahan kimia yang mempunyai titik nyala rendah, mudah terbakar dengan api bunsen, permukaan metal panas atau loncatan bunga api.
Tindakan : Jauhkan dari benda-benda yang berpotensi mengeluarkan api.
Contoh : Minyak terpentin.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhfVNLhnHJe2hCyqoAHI-KwPWBzS-DGLaG4jWMX5B5aFdp_Slc13rWtt4TgDT_FR93wNU-kcXqEK-y_kiPdCZN1aclKLetWvSO4RoptV1_rRwiidAgUQnZdRBRPO0wKtfF776HBJ7q_EXPc/s1600/f%252B.png

Nama : Highly Flammable
Lambang : F
Arti : Mudah terbakar di bawah kondisi atmosferik biasa atau mempunyai titik nyala rendah (di bawah 21°C) dan mudah terbakar di bawah pengaruh kelembapan.
Tindakan : Hindari dari sumber api, api terbuka dan loncatan api, serta hindari pengaruh pada kelembaban tertentu.
Contoh : Aseton dan Logam natrium.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKgpwWDoR54PPOvKNW3-di91Smdg7mT2r6L8Mc-tQlWup_6h-KKrLSsNxIbYmISI3R61MKOkpQRH-uJpC-mZy67qW6yrJLaFJtXV61dfynVB_gjuxdyyovz_bOYFRj0ttQSLcfhHtOWuwh/s1600/extreme.png

Nama : Extremely Flammable
Lambang : F+
Arti : Bahan yang amat sangat mudah terbakar. Berupa gas dan udara yang membentuk suatu campuran yang bersifat mudah meledak di bawah kondisi normal.
Tindakan : Jauhkan dari campuran udara dan sumber api.
Contoh : Dietil eter (cairan) dan Propane (gas).

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMx8nc5XvtGwTEwMyYSuqfd4EFA2psV4MOhnzGTFTuEpmnFCAfP5sZgF1lMDE4f0fTALxFCaV3JV0RHT3gE38gdQeaZhvQcNe_bgMRwAOsaywhLgBlQnIaCM2H4p5PsNhfm3I8RK548t7W/s200/explosive.png

Nama : Explosive
Lambang : E
Arti : Bahan kimia yang mudah meledak dengan adanya panas atau percikan bunga api, gesekan atau benturan.
Tindakan : Hindari pukulan/benturan, gesekan, pemanasan, api dan sumber nyala lain bahkan tanpa oksigen atmosferik.
Contoh : KClO3, NH4NO3, Trinitro Toluena (TNT).

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5KcXjV5mjUHjLZ47F3doXGv-m0dF6RRv0KNLsQIzDw_a4l6VznOME38KJ5Kr3IMm3ZPGUeuaSTOKLMh3kGJlRJOBVKaxxrsmTsH559ZkOMD3YB4oRuha3hO-RlFa4AwErhYjDVhr7eK11/s200/oxidizing.png

Nama : Oxidizing
Lambang : O
Arti : Bahan kimia bersifat pengoksidasi, dapat menyebabkan kebakaran dengan menghasilkan panas saat kontak dengan bahan organik dan bahan pereduksi.
Tindakan : Hindarkan dari panas dan reduktor.
Contoh : Hidrogen peroksida, Kalium perklorat.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGNdxcu9544JHpxBdGU048yJ6ndzmXhpcm7WyvtF43884NFogW5XhepQC_80zKU7X9ZN4uDbQay1kyr2mBdUlXF_XuaR0UqOy0ViudrXumsuuPkPcoTUETKsQVcNKGg16D-VOQR8qugt-n/s200/dangerous+for+environment.png
Nama : Dengerous For the Environment
Lambang : N
Arti : Bahan kimia yang berbahaya bagi satu atau beberapa komponen lingkungan. Dapat menyebabkan kerusakan ekosistem.
Tindakan : Hindari kontak atau bercampur dengan lingkungan yang dapat membahayakan makhluk hidup.
Contoh : Tributil timah klorida, Tetraklorometan, Petroleum bensin.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6kih82H5JOMh_gYPdZCm2-LTodtbYIgWZ5TWIbG-pdKcUj3ksuiUVRrJUpS9DmQsKaUw8UeWYEoqMmJmg2-74xZ6UjMp9gYNrRdgoWuKN3u7ipZiYUnLBtveyo5RoOfL059eZE9U7DE9N/s200/flam.png

Nama : Flammable Solid
Arti : Padatan yang mudah terbakar.
Tindakan : Hindari panas atau bahan mudah terbakar dan reduktor, serta hindari kontak dengan air apabila bereaksi dengan air dan menimbulkan panas serta api.
Contoh : Sulfur, Picric acid, Magnesium.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7TcscrOLHI1BKQcTQxfx5LnrhhEg_lMDi5BvVEC4Mciy39Sb8sP3WdrlcPPICBv2g8l-WoFo6ZxrMQ3b8GhpLmkmaqm1sUMeJ5HvxiOojleEefxmnMwYnSrItP1Z1FZ3WDyy7P0Fc7RVE/s200/flam+liquid.png



Nama : Flammable Liquid
Arti : Cairan yang mudah terbakar.
Tindakan : Hindari kontak dengan benda yang berpotensi mengeluarkan panas atau api.
Contoh : Petrol, Acetone, Benzene.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3wJ7adw4XxhyphenhyphenSv9JMM8sQqzXARrQEzOUSlK_HZdMb28gRMONSgUJoenlegU7laCqHsHAcZt31ejbEOhX2MVwpla5PRDDM3HV_M77VsL6YcWArE2w0rBT5FS8a6Cpja3PJaDMwMyAP1TT5/s200/flam+gas.png


Nama : Flammable Gas
Arti : Simbol pengaman yang digunakan pada tempat penyimpanan material gas yang mudah terbakar.
Tindakan : Jauhkan dari panas atau percikan api.
Contoh : Acetelyne, LPG, Hydrogen.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiPANhGQCyeduMHtOnp6OTRu2gwqrVyvaeeMY_01Xq5b04vOTL49u8hUj-cwOUmfsLkbuIcSGCA0hx4KXSPe_OVXbgOmOosZ-UZZkLFDWOlQgibLBWHKhsDz3idzLe94VXofrzezHQ2jKie/s200/conbuz.png

Nama : Spontaneously Combustible Substances
Arti : Material yang dapat secara spontan mudah terbakar.
Tindakan : Simpan di tempat yang jauh dari sumber panas atau sumber api.
Contoh : Carbon, Charcoal-non-activated, Carbon black.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJ6T2Ab9Nx4PCYl28Vv3eSY7Y-4BGGvngzAEmfCSH5cmSyPT9qjomekJ9IQsQEJ4STw7rXajY4XFr4-C0R-12VHHbWelCQlPPxSO07P5uBsdiMgmswEJ643sxuet2EHvHzJvQzMeya7sQH/s200/dangerous.png

Nama : Dengerous When Wet
Arti : Material yang bereaksi cukup keras dengan air.
Tindakan : Jauhkan dari air dan simpan di tempat yang kering/tidak lembab.
Contoh : Calcium carbide, Potassium phosphide, Maneb.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_SEtF19SroraM231acqlwGY11uTIHgLHgpoVggYQtrlwVXXUp2CErXtNHyeGUoq7ashLydYlGILcvkHgFa839en8VVu9j4GzPYbflvfqZ9HHIp0PkQ26aR_lucVoIIWf-jYLqrE4c-gfP/s200/oxi.png

Nama : Oxidizer
Arti : Material yang mudah menimbulkan api ketika kontak dengan material lain yang mudah terbakar dan dapat menimbulkan ledakan.
Contoh : Calcium hypochlorite, Sodium peroxide, Ammonium dichromate.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidEpKE_ckdABlpXdScZkvOSsfc9QUEiNxTGXfaJ07Iz9QTrmQjD0vmpENA2okXyakh9iZUp-5ojoiwomB5Ai_mij33uKpgdTh9J75fGTWbw6a9JK53IWv9v4oMqQs2ag9C91uNY6voAYe8/s200/organic.png

Nama : Organic Peroxide
Arti : Merupakan simbol keamanan bahan kimia yang digunakan dalam transportasi dan penyimpanan peroksida organik.
Contoh : Benzol peroxide, Methyl ethyl ketone peroxide, Dicetyl perdicarbonate.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtyT8wxb3dpbJyNNe8hBPPH1F_FzCigpzBrsUMLyxvK21uGjCyiY-mS43Gz71BS0FKMbdts1plpfD-AmQisMjDVdBRo5r6a-pdUyjfjbKRRchytN-5m0yWQUHIFaE5d6fY3VbhoAQo63sO/s200/non+flam.png

Nama : Non Flammable Gas
Arti : Simbol pengaman yang digunakan pada transportasi dan penyimpanan material gas yang tidak mudah terbakar.
Contoh : Oksigen, Nitrogen, Helium.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhP5KkZtXwEd6g5_T_cbIITsrZLRl3og-8HNnoVXqFoo3D-lX5Qr65EDPcQINYa8ejfbJN_ZVJ0-KIQ1pbKaMCVhTk4KjNRS7SNYXQkgy-iO7sycFxU-7pnRwMSe8C6AhvZp5AovjeBdTGQ/s200/poison.png


Nama : Poison
Arti : Simbol yang digunakan pada transportasi dan penyimpanan bahan-bahan yang beracun (belum tentu gas).
Contoh : Cyanohydrin, Calcium cyanide, Carbon tetrachloride.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuY4K2CV56fOzCI91NyQ42M7U4kS7FGzMU5y3HjEeNns7LKdxwUqqkiiZ7bKATw9F-Lf58qpgsqYdcFayhMsDMYTBu1Zu4Lb54PuweJUwPrQX_WEykKqRzNOG3deTVY-DLpb4YzLzmvEJK/s200/poison+gas.png


Nama : Poison Gas
Arti : Simbol yang digunakan pada transportasi dan penyimpanan material gas yang beracun.
Tindakan : Jauhkan dari pernapasan kita.
Contoh : Chlorine, Methil bromide, Nitric oxide.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlRDbCDSxNlWawoL_Ut34WrICMxKbGdxentALUaB4ow_TFB5keTuIjpkalHhbmuACJ0vqc7-S4NFSRze8y0r-Rn8ef6VkTdar6HLmXFZS_AOwS44vxE68dZ39ovECD6_aaypw06if4qgkw/s200/harmful.png


Nama : Harmful
Arti : Bahan-bahan yang berbahaya bagi tubuh.
Tindakan : Jauhkan dari makanan atau minuman.
Contoh : Acrylamide, Amonium fluorosilicate, Chloroanisidines.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgomWAITxrxfz4s-3qjqPvaeEH5g_lk9fbgrkp_kKg-0YBL7z_UX7AVM-zZMyEfrMXFCia2aK45oEJ-IvvQo6r4pi1bks7c0QFLQ2MiJ_Y7JUE2VTIh6CQ6enypz8SPpP4ly0M0Lg1CIXch/s200/inhala.png


Nama : Inhalation Hazard
Arti : Bahan-bahan yang dapat merusak sistem inhalasi atau pernapasan.
Tindakan : Jangan dihirup.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxC3nt3AwcKFqFnNBiiVLG3WZbwbRuXFip5fGtm8_YAfO_yhbqKVmpTVT6uNGzeOrtTR54LIq-Juh5aqm871kXaXn1K_CAJjYdJR2mTO4zgVo1vLrInBhe-xLJiDs-5GJ-rPwGkX-Qw6MX/s200/infection.png

Nama : Infection Substance
Arti : Bahan yang mengandung organism penyebab penyakit.
Contoh : Tisue dari pasien, tempat pengembangbiakan virus, bakteri, tumbuhan atau hewan.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhrVXzgU9nfHemM45G9YNvlR9hd3xSvvHrqweXj6zb4ZvRRD2cu21DkOrIo0z_OfiF0zCTo-Qiy4F_gHV1l1rhcTafnMnhHBi27-ETchzYAo9Mk805uuhV8us0ybefrUSjIIN9VTFF_VFwl/s200/radioactiv.png

Nama : Radioactive
Arti : Bahan yang mengandung material atau kombinasi dari material lain yang dapat memancarkan radiasi secara spontan.
Contoh : Uranium, 90Co, Tritium.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRL5vW205J9trC5_6oAz7KZhLIeWCjQBRPDQo9dt_qkZxSeNwWcm3lI0kTvr10AqxbOyeP-0mX7HMgOtYJP3uG9bqoR1GaGI4hlLNHGQjEeclxiNZBmIbmOhPGBVl__1HqigGHN9uRDhYH/s200/marine.png

Nama : Marine Pollutant
Arti : Polutan laut.
Tindakan : Tidak membuang limbah ke saluran air atau sungai yang mengalir ke laut.

SERING SERING KE LABORATURIUM YAA....:) >.< SALAM :V